Rahmah Silvia

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Kasih Sayang Ibu Tiada Henti

Kasih Sayang Ibu Tiada Henti

Kasih Sayang Ibu Tiada Henti

Ibu adalah sosok wanita yang mulia. Ibu bagaikan malaikat bagi anak-anaknya. Pengorbanan dan kasih sayangnya untuk anak-anaknya begitu besar. Meski sudah lelah, namun ibu tidak menunjukkan rasa lelahnya itu kepada anak-anaknya. Ibu menyayangi anaknya lebih dari dirinya sendiri. Sosok wanita yang mulia ini biasa disebut dengan panggilan Ibu, Mama, Bunda, Umi dan lainnya. Ibu adalah wanita yang hebat.

Kehadiran jiwa seorang ibu bagaikan cahaya yang menerangi kegelapan di setiap malam. Ibu berjuang antara hidup dan mati demi mempertahankan anaknya, mengandung selama sembilan bulan lalu melahirkan setelah lahir maka akan ibu rawat hingga akhir hayatnya. Kasih sayang seorang ibu bagaikan mentari yang menyinari dunia sepanjang zaman tiada hentinya. Hal terindah yang dimiliki sosok ibu adalah kelembutan jiwanya. Ibu itu sosok yang sangat penyabar sehingga selalu membuat siapa pun yang di sampingnya merasa nyaman dan tenang.

Ibulah segalanya di dunia ini, kasih sayangmu tiada hentinya. Begitu indah cahaya mata sosok ibu bagaikan pelangi yang menghiasi langit. Ibu adalah sosok wanita yang penuh arti dalam hidupku. Ibu merupakan rumah keluh-kesah bagi anaknya, tempat pulang bagi anaknya setelah melewati hari-hari penuh suka maupun luka. Ibu selalu punya kaki baru dikala letih menggebu agar terlihat selalu semangat baru di hadapan anaknya.

Tersenyum menutup luka dan merangkul dengan cinta. Hatinya memang selembut sutra sekaligus sekuat baja. Cintanya melebihi luasnya samudra, luasnya samudra di sana lebih luas lagi sabar dan kasihnya seorang ibu. Tak ada kalimat yang lebih pantas untuk menggambarkan cintanya seorang ibu. Kasih seorang ibu itu begitu besar. Ibu adalah mentari yang menghangatkan, menyamankan hati anaknya yang gelisah sehingga dengannya kita merasa nyaman dan baik-baik saja.

Hidup adalah berkat dari seorang ibu. Sentuhan hati ibu yang tak henti menebarkan kasih sayangnya, dan mencurahkan segala perhatiannya kepada anaknya. Sering kali ibu melupakan dirinya sendiri dan melupakan keinginannya sendiri hanya untuk anaknya. Ibu adalah sosok manusia yang berjiwa malaikat, menjadi pelindung dan penenang hati anaknya. Satu nama yang tak pernah luntur dimakan zaman yaitu ibu.

Kasih sayang dan ketulusannya akan tetap abadi, menjelma sebagai pelita hati. Ibu adalah sosok wanita yang tangguh dan wanita yang luar biasa. Ibu yang selalu memancarkan hangat cinta dari kedua bola matanya. Tak sanggup rasanya jauh dari sisinya. Kasih sayang ibu tiada henti sepanjang zaman, ibu akan selalu memberikan kasih sayangnya untuk anak-anaknya tanpa terpaksa. Yang seorang ibu mau hanyalah kebaikan untuk anaknya. Ibu tidak meminta imbalan sedikit pun, namun yang ibu inginkan adalah kasih sayang dari anaknya. Ibu akan selalu menjadi permata yang paling berharga. Doa yang mustajab adalah doa seorang ibu.

Biodata penulis

Penulis bernama Rahmah Silvia yang merupakan seorang siswi di SMAN 2 BANJAR. Penulis lahir di Banjar pada tanggal 6 September 2003. Seorang yang gemar membaca dan menulis. Ia dapat dihubungi melalui WhatsApp di nomor 081959753957 atau melalui email silviarahma982@gmail.com.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Sangat menarik tulisannya kak. Salam kenal

04 Dec
Balas

Terimakasih

05 Dec

Keren

04 Dec
Balas

Terimakasih

05 Dec

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali